Banda Aceh, 28 Oktober 2025 – Program Studi Magister Teknologi Industri Pertanian (MTIP), Departemen Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Workshop Pembuatan Paten yang berlangsung di Multi Purpose Room Gedung D Fakultas Pertanian USK, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kemampuan sivitas akademika dalam menghasilkan inovasi pertanian yang bernilai paten dan memiliki perlindungan hukum kekayaan intelektual. Workshop diikuti oleh para dosen dan mahasiswa MTIP USK dengan antusias.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap hasil riset perguruan tinggi. “Inovasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika perlu mendapatkan perlindungan hukum agar memiliki nilai tambah dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” ujar Prof. Sugianto.

Sementara itu, Koordinator Prodi MTIP, Dr. Ir. Juanda, M.Sc., dalam pengantarnya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong dosen dan mahasiswa agar aktif mengembangkan ide riset yang berpotensi dipatenkan. “Paten bukan hanya simbol prestise akademik, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju kemandirian ekonomi dan peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global,” jelasnya.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidang kekayaan intelektual. Sri Mulyani, S.Sos., dari Intelectual Property Management Office (IPMO) Universitas Gadjah Mada, menyampaikan materi tentang tata cara permohonan paten, paten sederhana, dan hak cipta. Dalam paparannya, ia menjelaskan prosedur administratif, alur pendaftaran, serta strategi agar pengajuan paten dapat diterima.

Narasumber kedua, Prof. Dr. Ir. Akhyar, M.Eng., dosen Fakultas Teknik USK, memaparkan strategi penyusunan paten dari perspektif akademik. Ia menekankan pentingnya tiga aspek utama dalam penyusunan paten, yaitu novelty, inventive step, dan industrial applicability sebagai kunci kekuatan paten.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Dr. Cut Erika, M.Sc., yang memandu jalannya diskusi dan sesi tanya jawab secara interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dan aktif berdiskusi terkait potensi paten dari hasil riset mereka.

“Workshop ini membuka wawasan kami bahwa ide sederhana sekalipun bisa memiliki potensi paten. Saya langsung ingin meninjau ulang tesis saya untuk melihat peluang itu,” ujar Amalia Putri, mahasiswa S2 MTIP USK.

“Materi yang disampaikan sangat aplikatif. Kini kami dosen memiliki panduan yang lebih jelas untuk mendampingi mahasiswa dalam proses pengajuan paten,” tambah Dr. Santi Noviasari, M.Si., salah satu peserta dosen.

Ketua panitia, Dr. Novi Safriani, M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal bagi Fakultas Pertanian dalam membangun budaya riset dan inovasi yang berorientasi pada perlindungan kekayaan intelektual. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan mendorong semakin banyak inovasi yang lahir dari USK untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Categories:

Tags:

Comments are closed